Kamis, 27 Desember 2012

SERAT DAMARWULAN SEBAGAI WARISAN KEBUDAYAAN JAWA ANTARA FAKTA HISTORIS DAN FANTASI


Bangsa Indonesia mempunyai banyak simpanan kekayaan budaya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tercinta ini berupa karya sastra lama. Karya sastra lama ini salah satunya adalah cerita tentang Damarwulan yang terangkum dalam Serat Damarwulan yang dikarang oleh R. Rangga Prawiradirja.
Karya sastra lama akan memberikan khazanah ilmu pengetahuan yang beraneka ragam dan merupakan karya fiksi yang bisa tergolong fantasi. Penggalian karya sastra lama yang tersebar di daerah-daerah ini, akan menghasilkan ciri-ciri khas kebudayaan daerah, yang meliputi pandangan hidup serta landasan falsafah yang mulia dan nilai yang tinggi.
Karya sastra Serat Damarwulan ini merupakan karya sastra Jawa Tengahan, karena berkisah tentang Kerajaan Majapahit. Menurut Bani Sudardi (2010:91), sastra Jawa Tengahan adalah sastra Jawa yang menggunakan bahasa Jawa Tengahan dan masa berlangsungnya sejak zaman Majapahit (abad ke-16) sampai awal kerajaan Demak (abad ke-16).
Serat Damarwulan ditulis dengan bahasa Jawa Tengahan dan sekarang telah banyak disalin atau diturunkan agar bahasanya bisa dimengerti oleh generasi sekarang. Serat Damarwulan sangat menarik diteliti karena mengandung banyak nilai yang bisa mencerminkan masyarakat Jwa pada zamannya dan bisa dijadikan pelajaran untuk masa sekarang ini.
Menilik dari beberapa cerita atau kronologis cerita yang disampaikan dalam Serat Damarwulan. Ada beberapa yang mengindikasikan adanya unsur fantasi dalam cerita tersebut dan adanya unsur fakta sejarah. Hal ini sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut dan diteliti lebih mendalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar