Senin, 09 Desember 2013

Resapan Cinta Hakiki

Cinta. Setiap insan pernah merasakannya. Di dunia ini, setiap detiknya mustahil jika tidak ada orang yang sedang “mencinta”. BOHONG, jika ada orang yang bilang bahwa aku sedang tidak jatuh cinta. Cinta selalu ada di hati makhluk-makhluk-Nya setiap saat, setiap detik, dan setiap hembus nafas. Cinta akan selalu menghantuimu di mana pun dan kapan pun engkau berada. Bukan hanya cinta pada lawan jenis tetapi juga cinta pada keluarga, cinta pada sahabat, cinta tanah air, cinta pada Rasulullah dan cinta kepada cinta pemilik cinta sejati, Allah SWT. Mungkin, di zaman kegalauan ini ada ribuan bahkan jutaan manusia pendamba cinta, tak kecuali diri kita sendiri. Namun, apalah artinya jika cinta hanyalah sebatas cinta nafsu yang menggebu-gebu. Tiadalah gunanya jika kita mengumbar-umbar cinta, lirik sana-lirik sini, senyum lebar lima senti, dandan menor pakai bikini hanya untuk menarik lawan jenis. Seorang penyair mengatakan: Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat Atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat Terkadang cinta terhadap sesuatu bisa membuat buta dan tuli. Orang yang sedang dirundung cinta tidak akan melihat sesuatu yang lebih indah dan memikat dari hal-hal atau orang yang dicintainya. Dikisahkan bahwa Azzah pernah menemui Al-Hajjaj. Al-Hajjaj berkata kepada wanita itu, “Wahai Azzah, demi Allah, engkau tidak seperti gambaran yang pernah dikatakan Kutsayyir.” Azzah menimpali, “Wahai Amir, sesungguhnya dia belum pernah melihat diriku dengan mata kepalanya sendiri, seperti engkau melihatku saat ini.” Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang dicintai adalah sesuatu yang paling manis di mata orang yang mencinta. Semua yang buruk menjadi baik. Pahit menjadi manis. Terik menjadi sejuk, begitu seterusnya. Namun, jika cinta diobral kita tidak akan merasakan kenikmatan dan keagunan cinta yang sesungguhnya. Dan sesungguhnya cinta sejati adalah cinta Allah SWT. Cinta yang tidak pernah membohongi, cinta yang tidak pernah menyakiti dan cinta yang abadi. Cinta Allah tidak pernah membutakan mata hati. Ia justru akan selalu menerangi, bagai cahaya yang berlapis-lapis, yang indah, dan mempesona. Cinta Allah tidak membuat tuli. Ia kan selalu membisikkan pada kita kebaikan-kebaikan hingga hati kita akan semakin bercahaya dan berseri. Insha Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar