Kamis, 16 Agustus 2012

Sastra Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

Orang-orang beranggapan bahwa kalau kuliah di fakultas sastra hanya mempelajari dan mendalami tentang karang-mengarang, menulis puisi, cerpen, novel. Kenyataannya tidaklah seperti itu. Itu adalah anggapan orang-orang awam. Banyak subilmu yang dipelajari di fakultas sastra. Di jurusan sastra Indonesia sendiri dibagi menjadi 3 subilmu, yaitu linguistik, filologi dan sastra.

Jurusan sastra Indonesia tidak hanya mencetak sastrawan dan penyair saja, tapi juga mencetak bahasawan, linguis, filolog, sutradara bahkan selebriti, mencetak peneliti dan akademisi, editor, wartawan, atau bahkan pengusaha. Jadi tidak melulu kuliah di sastra Indonesia pasti akan menjadi sastrawan atau penyair. Jangan berkecil hati, kawan! Ketika kamu memutuskan untuk mengambil jurusan sastra Indonesia waktu SNMPTN pastilah kalian sudah tahu resikonya. Kini kamu telah terlanjur basah memasuki kawasan samudera sastra Indonesia, kenapa tidak menjelajahi sekalian? Menyelam sekalian, agar bisa melihat indahnya panorama yang tersimpan di jurusan sastra Indonesia.

Barangsiapa bersungguh-sungguh maka ia akan menuai hasilnya. Barangsiapa menanam maka ia akan memetik buahnya. Mulai sekarang jangan minder lagi kuliah di sastra. Saya tahu rata-rata dari kita tidak PD ketika ditanya orang. Contoh dialognya seperti ini:
A: "Kuliah di mana?"
B: "UNS" (dengan membusungkan dada, bangga)
A: "Fakultas apa?"
B: "Hehe sastra" (agak lirih)
A: "Oww...sastra Inggris?"
B: "Hehehehe...enggak og, cuma sastra Indonesia." (lirih, ditambah garuk-garuk kepala yang tidak gatal)
Tuch, kan mahasiswa sastra Indonesia tidak PD menjadi mahasiswa sastra Indonesia. Saya tidak habis pikir, kenapa kok pada malu sich? Harusnya bangga dong! Kuliah bukan urusan yang mudah. Lihat anak-anak jalanan! Pernahkah terbersit pikiran bahwa mereka juga ingin sekali kuliah namun keadaan memaksa mereka untuk tetap tinggal di jalan? Kuliah merupakan nikmat tersendiri yang harus disyukuri. Bagaimanapun bisa kuliah di sastra Indonesia juga melalui seleksi yang ketat. Bukan sembarang orang yang bisa diterima. Kita telah diberi kesempatan bisa kuliah di sastra Indonesia harusnya bersyukur dan bangga. Bersyukur dengan cara kuliah yang sungguh-sungguh. Kita kan bisa berkontribusi dengan tulisan-tulisan ataupun karya-karya kita untuk negara nantinya. Apalagi yang berbasis sastra, woow efeknya dahsyaaaaat. Tidak percaya?! Buktikan saja sendiri! ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar